Baca Juga
Sudah punya properti pertama? Kalau belum, gak usah bercita-cita jadi orang kaya deh. Kok gitu?
Soalnya, membeli properti pertama merupakan bagian dari 100 langkah
untuk tidak miskin. Kata Siapa? Kata perencana keuangan Ligwina Hananto
(40) dalam bukunya, Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin.
“Namun, banyak lho orang yang
merasa belum tergerak juga untuk beli rumah meskipun sudah punya gaji.
Apalagi untuk golongan orang muda (milenial) yang baru memasuki dunia
kerja. Membeli rumah itu bukan prioritas," kata Ligwina di sebuah acara.
"Beli Rumah? Wow! Mana bisa? Gaji masih pas-pasan ya dinikmati aja dululah untuk senang-senang. Biasanya begitu respons kaum milenial kalau ditanya kenapa gak beli rumah,” katanya meniru pernyataan seorang milenial.
Menurut cewek penerima gelar Bachelor of Commerce, double major Finance & Marketing
dari Curtin University of Technology, Perth Barat, Australia, ini, para
milenial biasanya memang baru memasuki dunia kerja. Baru mulai
membangun karier, gaji belum seberapa, tapi pergaulan mereka wah!
Mereka
lebih mengutamakan gaya hidup hedon dan minus menabung. Padahal, kalau
ingin punya properti pertama, menurut Ligwina ada hal-hal terkait
keuangan yang perlu diperhatikan, khususnya bagi milenial yang berusia
di bawah 30 tahun. Apakah itu? Mari kita cek:
Pertama. Harus punya
penghasilan. Kalau belum bisa menghasilkan uang, belajar untuk
menghasilkan uang. Mencari kerja kalau belum punya pekerjaan. Membangun
karier atau membangun bisnis sendiri.
Kedua.
Menabung minimal 10 persen dari penghasilan. Tujuannya, agar punya dana
untuk uang muka (DP) beli rumah pertama. Gak usah buru-buru beli, tapi
yang penting uangnya mulai terkumpul.
Susah menabung? Coba rampingkan lagi dana untuk gaya hidupmu: gonta-ganti gadget, hobi mahal, kos-kosan supernyaman. Kalau di bawah standar gaya hidup mahal kamu masih bisa survive, untuk apa memilih yang mahal? Meski juga jangan yang murahanlah!
Ketiga.
Investasi rutin sebesar 1/2 nilai sepatumu. Berapa harga sepatumu? Nah,
cobalah rutin menabung paling gak separuh dari harga sepatumu.
Investasi ke reksadana sejumlah Rp100.000 per bulan pun gak masalah kok.
Kalau investasi ini mencapai dana yang cukup untuk DP rumah, kamu
tinggal menyetopnya dulu, untuk kemudian berinvestasi lagi.
Keempat. Punya rekening untuk hura-hura. Kaget kan? Serius! Masak gak boleh senang-senang dengan uang sendiri? Fresh Grads gear up! Tell me what you wanna spend your money on? Ganti ponsel yang lebih keren, liburan yang jauh dan mahal, oke saja! Selama dananya sudah direncanakan.
Tujuan keuangan yang satu ini bikin
seru, sehingga kamu, anak milenial, akan termotivasi menyisihkan
sebagain gaji lebih banyak. Biasanya kalau sudah tercapai rencana itu
(beli barang seru), maka tantangan yang berikutnya (beli rumah) jadi
bisa lebih diseriusi.
Sumber : rumah123.com
Kalau Gak Mau Miskin, Harus Punya Properti Pertama!
4/
5
Oleh
Unknown
