Baca Juga
Ilustrasi rumah impian. ©shutterstock.com/Realinemedia
Direktur PT Savills Consultants Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan 90 persen masyarakat Indonesia menginginkan untuk memiliki rumah pribadi. Dengan begitu, berbagai pertimbangan dan referensi akan dilakukan guna mendapatkan rumah idaman.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum seseorang memilih suatu rumah. Salah satunya adalah lokasi rumah, baik rumah tapak maupun apartemen, harus memberikan potensi dan keuntungan.
"Kalau orang membeli rumah itu pasti sudah ada referensi pribadi. Seperti lokasi, mau dekat kantor, keluarga atau tempat usahanya. Tapi kalau lokasi itu dikombinasikan dengan sesuatu yang memiliki potensi kenaikan pertumbuhan yang berharga, maka kita harus melihat potensi itu," kata Anton di Jakarta, Kamis (19/5).
Pertama, masyarakat harus bisa memilih rumah di emerging district, yakni lokasi belum populer namun sudah ada tanda pengembangan di daerah itu. Misalnya daerah yang dekat dengan pembangunan infrastruktur, seperti LRT atau MRT.
"Kalau di daerah ini yang bisa kita dapatkan adalah keuntungan operasional yang tinggi. Kalau dibandingkan daerah establish seperti Serpong, Pondok Indah, dan CBD, potensi pertumbuhan harganya justru lebih besar di daerah district," imbuhnya.
Kedua, masyarakat harus pintar mencari penawaran menarik di daerah yang sudah populer, seperti Serpong. Menurutnya, meski harganya mahal, namun pengembang dari wilayah tersebut juga akan memberikan berbagai insentif untuk menarik minat masyarakat.
Ketiga, properti harus memberikan akses yang baik. Sebagai contoh, masyarakat berpindah ke daerah pinggiran, seperti Serpong, Bintaro, Cibubur, bahkan Bekasi karena akses menuju daerah tersebut sudah baik seperti jalan tol hingga kereta.
Sumber : merdeka.com
Direktur PT Savills Consultants Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan 90 persen masyarakat Indonesia menginginkan untuk memiliki rumah pribadi. Dengan begitu, berbagai pertimbangan dan referensi akan dilakukan guna mendapatkan rumah idaman.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum seseorang memilih suatu rumah. Salah satunya adalah lokasi rumah, baik rumah tapak maupun apartemen, harus memberikan potensi dan keuntungan.
"Kalau orang membeli rumah itu pasti sudah ada referensi pribadi. Seperti lokasi, mau dekat kantor, keluarga atau tempat usahanya. Tapi kalau lokasi itu dikombinasikan dengan sesuatu yang memiliki potensi kenaikan pertumbuhan yang berharga, maka kita harus melihat potensi itu," kata Anton di Jakarta, Kamis (19/5).
Pertama, masyarakat harus bisa memilih rumah di emerging district, yakni lokasi belum populer namun sudah ada tanda pengembangan di daerah itu. Misalnya daerah yang dekat dengan pembangunan infrastruktur, seperti LRT atau MRT.
"Kalau di daerah ini yang bisa kita dapatkan adalah keuntungan operasional yang tinggi. Kalau dibandingkan daerah establish seperti Serpong, Pondok Indah, dan CBD, potensi pertumbuhan harganya justru lebih besar di daerah district," imbuhnya.
Kedua, masyarakat harus pintar mencari penawaran menarik di daerah yang sudah populer, seperti Serpong. Menurutnya, meski harganya mahal, namun pengembang dari wilayah tersebut juga akan memberikan berbagai insentif untuk menarik minat masyarakat.
Ketiga, properti harus memberikan akses yang baik. Sebagai contoh, masyarakat berpindah ke daerah pinggiran, seperti Serpong, Bintaro, Cibubur, bahkan Bekasi karena akses menuju daerah tersebut sudah baik seperti jalan tol hingga kereta.
Sumber : merdeka.com
3 Hal harus diperhatikan sebelum memilih lokasi rumah
4/
5
Oleh
Unknown
